Blog Guru Nusantara

Komunitas Guru Sekolah Dasar

Berbagi dan bermanfaat

Komunitas Guru SD Nusantara

Blog Gutu Nusantara

semangat Mengabdi, Semangat Berbakti.

Kamis, 31 Maret 2022

Koneksi antar Materi 2.3 Coaching

 

KONEKSI ANTAR MATERI COACHING GURU PENGGERAK

OLEH :

SETYA RISTANTO, S.Pd.

CGP ANGKATAN 4

KABUPATEN MAGETAN

 

Ki Hajar Dewantara sebagai bapak pendidikan kita telah mengemukakan bahwa pendidikan itu adalah ada proses menuntun yang dilakukan guru untuk mengubah prilaku murid sehingga dapat hidup sesuai kodratnya baik sebagai individu maupun bagian dari masyarakat. Proses menuntun tersebut dapat dilakukan salah satu caranya adalah dengan melakukan proses coaching. Coaching dalam dunia pendidikan sangat sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara. 

Dalam coaching ini ada proses menuntun yang dilakukan guru sebagai coach kepada murid sebagai coachee untuk menenemukan kekuatan kodrat dan potensinya untuk bisa hidup sesuai tuntutan alam dan zaman. Dalam proses coaching guru sebagai pamong mengajukan pertanyaan efektif dan reflektif untuk menggali segala potensi yang dimiliki murid dengan tidak memberikan solusi akan tetapi mengarahkan mencari solusi.

Coach mempunyai peran yang sangat penting pula dalam sistem among yang digaungkan Ki Hajar Dewantara. Pendidik sebagai penuntun bagi anak didiknya haruslah mampu melakukan pendekatan melalui proses komunikasi. Komunukasi yang dapat membangun kanyaman dan kesetaraan sehingga tercipta rasa empati, saling menghormati dan saling menghargai antara guru dan murid. Atau Guru dan rekan sejawat. komunikasi yang dijalankan melalui serangkaian proses untuk mengidentifikasi segala apa yang dimilki murid sebagai bentuk kekuatan untuk menyelesaikan segala apa yang dihadapinya. 

Selain itu ada juga pemikiran Ki Hajar Dewantara dengan konsep Tut Wuri Handayani di mana murid adalah mitra belajar. Guru bukan lagi sumber pengetahuan satu-satunya akan tetapi ada murid sebagai mitra dalam mencari kesepahaman dalam belajar. Guru bersama murid belajar bersama mengenali kekuatan yang dimilikinya untuk melejitkan kemampuan yang dimiliki murid. bukan lagi waktunya guru cemerlang sendiri akan tetapi bagaimanan murid pun menjadi bersinar. Guru membantu murid menemukan kekuatan untuk bisa hidup sebagai manusia seutuhnya. 

Guru sebagai coach merefleksikan kebebasan murid untuk menemukan berbagai kekuataan yang dimiliki mereka dengan penuh kasih sayang dan persaudaraan. Guru sebagai coach menghindari keinginan untuk memaksakan kehendak dan mengharapkan pamrih, mensucikan diri tanpa ikatan menjadikan murid insan paripurna. Guru sebagai coach menciptakan suasana nyaman dan rasa percaya untuk memberikan kebebasan dan kemerdekaan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan reflektif untuk menjadi murid kuat secara kodrati.

Salah satu bentuk untuk melejitkan potensi murid adalah dengan mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi, pembelejaran yang selalu memperhatikan kebutuhan belajar peserta didik berdasarkan minat, profil dan kesiapan belajar. Guru sebagai coach dibutuhkan untuk menggali kebutuhan murid sehingga guru dapat mendesain proses pembelajaran yang mampu memaksimalkan segala potensi yang dimiliki murid. 

Selain itu, secara sosial emosional  segala potensi murid dapat berkembang secara maksimal. Proses coaching dapat berjalan degan mengoptimalkan ranah sosial emosional sehingga setiap murid mampu menyelesaikan setiap masalah dengan potensi dan kemampuannnya sendiri. Segala potensi akan tergali dengan proses coaching yang dilakukan guru. Murid akan menemukan kedewasaan dalam menghadapi setiap masalah dalam hidupnya dan mereka akan menemukan jati diri dengan proses coaching yang dilakukan guru. Pada akhirnya mereka akan mampu hidup bebas dan merdeka menentukan jalan hidupnya sesuai kekuatan dan potensinya masing-masing.

Proses menuntun yang dilakukan dalam coaching adalah sebuah usaha untuk mengeksplorasi murid untuk mampu melejitkan potensinya. Konsep coaching sangat dibutuhkan dalam memberikan layanan pada murid karena sangat berbeda dengan konsep konseling dan mentoring. 

Coaching tidak hanya berawal dari masalah tetapi dari kondisi yang memungkinkan peserta didik atau rekan guru mampu memaksimalkan potensi dan kekuatannya untuk menemukan dan menyelesaikannya sendiri.  Mentoring merupakan proses dilakukan ahli dengan berbagi pengalaman kepada mantee untuk menyelesaikan masalahnya. Sedangkan konseling konselor memberikan bantuan solusi untuk menyelesaikan masalah konseli.

Coaching yang dilakukan coach kepada coachee sedikitnya membutuhkan empat keterampilan diantaranya:

  1.     Keterampilan membangun dasar proses coaching
  2.   Keterampilan membangun hubungan baik
  3.   Keterampilan berkomunikasi
  4.   Keterampilan memfasilitasi pembelajaran

Dalam proses coaching ada salah satu model yang biasa digunakan oleh coach. Model yang dikembangkan dari Salah satu model GROW. Model GROW adalah kepanjangan dari Goal, Reality, Options dan Will. Goal (Tujuan). Model GROW menjadi pijakan dalam melakukan coaching yang selanjutnya dikembangkan menjadi model TIRTA yang meliputi langkah-langkah Tujuan utama pertemuan/pembicaraan; Identifikasi masalah coachee; Rencana aksi coachee; dan  Tanggung jawab/komitmen. Dalam Aksi Aspek berkomunikasi untuk mendukung praktik coaching antara lain, Komunikasi Asertif menjadi Pendengar aktif, Bertanya reflektif  dan Umpan balik positif.

Refleksi terhadap proses coaching di sekolah. Proses coaching sebagai bentuk usaha yang dilakukan guru untuk menuntun segala potensi, keunikkan dan kekuatan murid untuk hidup sesuai kodratnya dan memperbaiki lakunnya. Selain Itu, Coaching juga sebagai bentuk usaha yang dilakukan dalam menuntun potensi rekan sejawat dalam mengatasi masalah terkait pembelajran.  Proses coaching, menuntun murid atau rekan guru untuk berkesadaran penuh mencapai kemerdekaan belajar digali dengan pertanyaan-pertanyaan reflektif untuk memaksimalkan segala potensinya.

Demikian Koneksi antar materi modul 2.3 yang dapat saya sampaikan. Terima kasih.

 

                                                                                                            Magetan, 01 April 2022

Sabtu, 06 Juni 2020

kerajinan tangan siswa SDN Gonggang 3

Kerajinan tangan Siswa SDN Gonggang 3. Tempat Pensil dari botol bekas. ramah lingkungan, berasal dari bahan daur ulang. mengurangi sampah plastik. Mari kita Apresiasi hasil karya siswa supaya anak bangga kepada hasil karyanya. cukup dengan Rp. 5.000,00/pcs.
Silahkan hubungi 0821 34639736

slide 1


hasil pas tema 8 kelas 6

Materi Tema 3


Penemu Listrik (Michael Faraday)

Listrik merupakan kebutuhan paling penting dalam kehidupan manusia. Ditemukannya listrik telah membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Dengan listrik berbagai aktifitas manusia dapat dilakukan.

Michael Faraday merupakan tokoh penemu listrik yang kemudian mendapatkan julukan “Bapak Listrik” di dunia. Ia mendapadt julukan tersebut bermula ketika ia membuat sebuah eksperimennya yang pertama kali dengan menggunakan tujuh uang logam kemudian ia tumpuk dengan tujuh lembaran seng serta enam lembar kertas yang dibasahi air garam.

materi tema 2



Ringksan Materi PKn

Indonesia adalah negara yang majemuk. Kemajemukan dalam negara dan bangsa ini terlihat dari keberagaman : suku, agama, adat istiadat, budaya, bahasa daerah dan berbegai jenis lainnya.

Keberagaman tersebut bukan menjadi sebuah pemecah dan membuat kita tercerai berai. Justru keberagaman membuat kita semakin bersatu dan kukuh.

Persatuan dan kesatuan akan tetap terwujud apabila kita membudayakan hidup rukun. Hidup rukun di keluarga, sekolah dan masyarakat. Membiasakan selalu sikap hidup rukun membuat kita akan semakin damai.

Rabu, 13 Mei 2020

materi tema 1




Rangkuman materi muatan PKn; KD 3.1

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang dijadikan sebagai pandangan dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara yang begitu beragam.

Keberagaman yang dimiliki oleh Indonesia dapat kita lihat dari adanya perbedaan agama, suku, ras, golongan, pekerjaan, budaya, dan lain sebagainya. Perbedaan tersebut sejatinya bukan sebagai pemecah persatuan, akan tetapi sebagai pemersatu bangsa ini.

AKSI NYATA PENGELOLAAN PROGRAM BERDAMPAK PADA MURID

  SETYA RISTANTO,S.Pd CGP ANGKATAN 4 SDN GONGGANG 3 KABUPATEN MAGETAN Nama Program : Program Entrepreneur Days di SDN Gonggang 3 ...